Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Banyak sekali gangguan terhadap ideologi Pancasila. Sebagai warga yang teramat cinta pada negaranya, meskipun para pejabatnya sangat aduhai dalam mengelola negara besar kepulauan ini, namun untuk urusan ideologi bangsa yang sudah final dan berkali-kali dinyatakan sudah final ini malah terus digoda dengan kapitalisme, diganggu oleh sosialisme dan komunisme, dihantam oleh sekularisme dan isme-isme lainnya.
Kalau dulu di saat zaman perjuangan memerdekakan bangsa ini dari cengkeraman penjajah sawo walanda yang betah dan saking betahnya sampai 350 tahun, rakyat negeri ini juga merasa betah sampai akhirnya berontak dan duarrr, proklamasi kemerdekaan dicetuskan pada 17 Agustus 1945, di bulan puasa lagi. dahsyatnya warga +62.
Sudah sering sekali elit globalist mengganggu Indonesia yang cantik nian ini, tak kan pernah dilupakan kalau peristiwa lengsernya presiden pertama RI, Ir. Soekarno karena ulah para elit global yang ngotot menaikkan penggantinya yaitu (alm) Jenderal Soeharto.
Orde Lama, Orde Baru dan Orde Reformasi sudah berlalu, dan kini kita masuk pada Orde New Masker, eeehh New Normal, sebuah narasi yang dipaksakan oleh para oligarki untuk menghantam siapa pun yang tidak setuju dengan narasi yang dipublikasikan sekaligus disosialisasikan pada seluruh umat manusia di seantera jagat, dengan alat bernama covid-19 lalu menerap-paksa-kan lockdown, penguncian.
Sudah tiga bulan berlalu, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil sudah merelease bahwa PSPB (semi lockdown) sudah dicabut dan khususnya warga Jawa Barat sudah bisa bermacet ria lagi di jalanan kota Bandung.
Ooh ternyata bangsa kita gak boleh istirahat, rehat dikit pun gak usah, sudah kena dampak penguncian hingga pintu-pintu mesjid pun dikunci lalu sunyi namun kini pintu-pintunya sudah terbuka lagi, eeh Pancasila diserang lagi.
Sudah habis uang buat beli nasi dan lauk pauk bahkan untuk sekedar tahu tempe, rakyat +62 ini harus berjuang menahan ancaman paling substansial, gangguan terhadap Pancasila. Dan untuk serta demi ideologi yang sudah berkali-kali dan bertubi-tubi dinyatakan final ini, warga +62 harus rela berhaku hantam dengan sesama saudaranya yang sudah kelimpungan ,malah mabok komunisme dan mau melakukan insert pada ideologi Pancasila.
Huhh, buat kalian yang mau ngancurin ideologi bangsa ini, kalian gak pernah kapok ya? Kalian harus mikir sejuta kali buat gantiin Pancasila dengan yang lain. Kalian pun jangan macam-macam dengan merancang RUU HIP yang kalau diplesetkan harusnya kalian buat RUU HIV.
Dan buat kalian anggota Dewan yang kehormatannya harus dipertanyakan, mengapa sih kalian mau diobok-obok sama daham lain di luar Pancasila. Padahal negara lain mah terheran-heran dengan ideologi Indonesia, malah kaget, mereka bila kok bisa ya? banyak suku dan budaya dan terutama agama yan berbeda bisa hidup rukun dalam satu negara?
Kalian minum kopi apa sih? Kopi dari Cina ya? apa kalian dikasih angpaw sama mereka? sampai kalian lupa bahwa Pancasila itu adalah ideologi terbaik dari bangsa ini yang bisa menyelamatkan seluruh dunia.
Setelah cangkit kopi yang kedua, tulisan ini macet gak bisa diterusin.
Wassalaam
Bandung, 27 Juni 2020
No comments:
Post a Comment